airtronicfirearms.com

Olimpiade Paris 2024: Media China Sebut Jonatan Sebagai Ancaman

Jonatan Christie saat melawan Li Shi Feng pada final Thomas Cup 2024 di Hi Tech Zone Sports Centre, Chengdu, China, Minggu (5/5/2024).
Lihat Foto

- Media China menganggap tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie sebagai ancaman usai menaklukkan jagoan mereka, Li Shi Feng, di partai final Piala Thomas 2024.

Jojo, sapaan akrab Jonatan, menjadi satu-satunya pemain yang mencetak kemenangan dalam laga final Piala Thomas 2024 di Hi-Tech Zone Sports Centre Gymnasium, Chengdu, China, pada Minggu (5/5/2024).

Jojo menang atas tunggal putra China, Li Shi Feng, melalui pertandingan tiga gim. Juara Asian Games 2018 menang dengan skor 21-16, 15-21, dan 21-17.

Indonesia keluar sebagai runner-up di ajang Piala Thomas 2024 setelah takluk dengan skor akhir 1-3 dari tuan rumah China.

Baca juga: Rasa Syukur dan Bangga Jonatan Christie bersama Tim Piala Thomas 2024

Jonatan Christie yang kini duduk di peringkat ketiga dunia itu telah menembus lebih dari 90.000 poin ranking BWF. 

Peningkatan performa yang ditunjukkan Jonatan pada akhir paruh pertama tahun ini terlihat sangat signifikan.

Sepanjang gelaran turnamen beregu paling bergengsi di dunia itu, hanya Jonatan dan Shi Yu Qi memiliki catatan yang tidak terkalahkan.

Terkait hal itu, media China Aiyuke pun menyoroti bahwa Jonatan bisa jadi ancaman untuk tunggal putra China di Olimpiade Paris 2024.

"Selain tim China, penampilan paling menonjol pada Thoma dan Uber Cup 2024 lalu adalah tim Indonesia yang berhasil mencapai final di Piala Thomas dan Uber," tulis Aiyuke, dikutip dari BolaSport.

Baca juga: Final Piala Thomas 2024: Jonatan Berusaha Melawan, demi Kebanggaan Bangsa

"Dia akan menjadi salah satu lawan terbesar bagi pemain China, untuk bersaing memperebutkan medali emas Olimpiade tunggal putra," kata Aiyuke.

Kendati demikian, Jonatan mengaku telah melakukan persiapan dengan matang untuk mengikuti setiap kejuaraan menuju Olimpiade Paris 2024.

"Saya pernah bilang ada beberapa turnamen besar yang saya jadikan simulasi untuk pertandingan Olimpiade karena saya tahu semua pemain akan hadir," kata pebulu tangkis kelahiran Jakarta tersebut.

"Semua pemain mau menang. Itu yang mirip dengan Olimpiade."

"Memang saya rasa (Thomas Cup) ini memang menjadi simulasi untuk Olimpiade. Makanya kemarin di final dengan kondisi seperti itu," ujar pemenang medali emas di Asian Games 2018 itu menambahkan.

Baca juga: Indonesia ke Final Thomas Cup 2024, Jonatan Sebut Fajar/Rian Jadi Kunci

Jojo bermain pada Olimpiade terakhir di Tokyo 2020. Akan tetapi, langkahnya langsung dihentikan oleh wakil China Shi Yuqi dengan kekalahan 11-21, 9-21.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat