airtronicfirearms.com

Ketum PBSI 2024-2028 Diminta Gairahkan Klub Bulu Tangkis di Daerah

Lapangan bulu tangkis Mansion Sports Box Sunter.
Lihat Foto

- Ketua umum PBSI periode 2024-2028 diharapkan bisa membangun perkembangan bulu tangkis di daerah. 

Pemilihan ketua umum PBSI periode 2024-2028 akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) PBSI di Surabaya, Jawa Timur, 9-11 Agustus 2024. 

Ketua Umum Klub Suryanaga Surabaya, Yacob Rusdianto, mengatakan bahwa dukungan untuk klub-klub di daerah akan mendorong prestasi atlet yang muaranya bisa membantu tim nasional bullu tangkis Indonesia. 

"Kehidupan klub yang pasang surut sudah mulai membaik. Di Jawa Timur saja sudah banyak kegiatan yang melibatkan berbagai sponsor," katanya dalam keterangan tertulis.

"Kegiatan ini yang menghidupkan klub-klub daerah. Saya dengar ini merupakan instruksi Sekjen PBSI (Fadil Imran) untuk menggairahkan daerah," ujarnya. 

Baca juga: PBSI Mulai Sosialisasi Bakal Calon Ketua Umum Periode 2024-2028

Suryanaga Surabaya pernah mengalami masa emas saat PBSI diketuai Tri Sutrisno pada 1985-1993. Saat itu, ada penghargaan berupaa uang tunai kepada klub bila atlet binaan meraih prestasi.

"Ketika itu, klub berlomba-lomba mencetak atlet berprestasi karena merasa jerih payah kami mendapat penghargaan yang layak," katanya.

"Klub seperti Suryanaga, Tangkas, atau SGS Bandung selalu bersaing menhasilkan atlet terbaik," ujar Yacob merupakan mantan Sekjen PBSI periode 2008-2012. 

Namun pada 2013, PBSI menghapus aturan penghargaan kepada klub. Itu dinilai menjadi tantangan bagi klub-klub bulu tangkis Indonesia. 

Baca juga: Taufik Hidayat Beri Dukungan untuk Caketum PBSI 2024-2028

Menurut Yacob, mengelola klub bulu tangkis membutuhkan biaya yang besar. Jadi, saat itu hanya klub-klub memiliki sokongan dari perusahaan besar yang bisa bertahan hidup. 

Ia pun mengapresiasi langkah Fadil Imran, yang masuk bursa calon ketua umum PBSI 2024-2028, yang memperlihatkan kepeduliannya untuk klub di daerah. 

"Ini membuat gairah di daerah dan klub cukup terbantu untuk bangkit lagi," ujarnya. 

Salah satu nilai tambah Yacob kepada Fadil adalah melibatkan semua pihak dalam membentuk Tim AdHoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024. 

"Fadil telah mengumpulkan semua pihak yang kompeten di bulutangkis menjadi sebuah kesatuan, menjadi Indonesia," tutupnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat