airtronicfirearms.com

Kilas Balik Saat Indonesia Raih Piala Uber Pertama pada 1975

Ilustrasi bulu tangkis.
Lihat Foto

- Jumat, 6 Juni 1975, menjadi hari bersejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya tim bulu tangkis putri meraih Piala Uber setelah penantian selama 16 tahun.

Dilansir Harian Kompas edisi 7 Juni 1975, Indonesia berhasil menumbangkan Jepang di partai final dengan skor 5-2.

Para pemain Indonesia tampil apik di hadapan para pendukung yang memadati Istora Senayan, Jakarta. 

Pada Piala Uber 1975, Indonesia diwakili oleh Theresia Widiastuti, Imelda Wigoena, Utami Dewi, Tati Soemirah, Minarni Soedaryanto, dan Regina Masli.

Saat itu, turnamen Piala Uber 1975 masih menggunakan format lama dengan mempertandingkan tujuh nomor, yakni tiga nomor tunggal dan empat nomor ganda.

Di sektor tunggal putri, Indonesia menurunkan Theresia Widiastuty, Tati Sumirah, dan Utami Dwi.

Dari tiga pertandingan, hanya Tati Sumirah yang berhasil menyumbangkan poin setelah mengalahkan Atsuko Tokuda 11-5, 11-2. 

Sementara di sektor ganda, Indonesia diwakili oleh pasangan Minarni Sudaryanto/Regina Masli dan Imelda Wiguna/Theresia Widiastuty. Mereka berhasil memenangi empat pertandingan.

Kemenangan itu memastikan Indonesia meraih gelar Piala Uber pertamanya, sekaligus menaklukkan Jepang sebagai juara bertahan.

Hadiah dari pengusaha

Masyarakat Indonesia sangat antusias menyambut Piala Uber 1975. Bahkan, beberapa pengusaha Tanah Air ingin menyumbangkan hadiah kepada para pemain.

Salah satu pemilik perusahaan pelayaran di Surabaya bernama H Menaro secara terbuka mengatakan akan memberikan hadiah berupa uang kepada tim Uber Indonesia. 

Kala itu, ia menjanjikan uang Rp 15.000 untuk para pemain tunggal dan ganda yang berhasil memenangi pertandingan. Ia juga menyiapkan hadiah bersama bagi tim. 

"Jumlah ini tidak seberapa tetapi ingin memberikan sumbangsih saya ala kadarnya. Saya sangat terkesan dengan perjuangan pemain-pemain kita. Waktu kalah pun mereka menunjukkan sikap yang sportif," ujar Menaro.

Menaro juga menyampaikan kesediaannya mengubah hadiah dalam wujud barang jika peraturan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menghendaki itu.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat