airtronicfirearms.com

Di Balik Pembebasan 4 Sandera Hamas oleh Israel, 274 Warga Palestina Tewas

Seorang pekerja Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memeriksa kerusakan di atap sekolah yang dikelola UNRWA yang sebelumnya dihantam oleh pemboman Israel di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 7 Juni 2024 di tengah konflik yang sedang berlangsung di wilayah Palestina antara Israel dan Hamas.
Lihat Foto

- Israel membebaskan empat warganya yang disandera Hamas setelah melancarkan serangan ke Nuseirat, Gaza, pada Sabtu (8/6/2024).

Namun, operasi pembebasan sandera itu menyebabkan ratusan warga Palestina tewas. Berbagai negara, termasuk Uni Eropa dan negara-negara Arab, melayangkan kecaman. 

Dilansir BBC, Kementerian Kesehatan yang dijalankan Hamas di Gaza mengatakan, setidaknya 274 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan Israel.

Orang-orang di daerah padat penduduk itu menggambarkan teror yang mereka rasakan ketika berada di bawah bombardir intens dan berondongan peluru.

Seorang warga, Abdel Salam Darwish, mengatakan kepada BBC bahwa ia sedang berada di pasar untuk membeli sayuran ketika mendengar jet tempur dan suara tembakan.

"Setelah itu, tubuh orang-orang hancur berkeping-keping, berserakan di jalanan, dan darah menodai dinding-dinding," kata dia.

Kendati demikian, juru bicara militer Israel, Daniel Hagari, memperkirakan jumlah korban kurang dari 100 orang dalam misi ia sebut kompleks dan berisiko tinggi.

Sementara, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan, pasukan khusus Israel beroperasi di bawah hujan tembakan Hamas ketika menyelamatkan para sandera.

Ia menambahkan, seorang anggota pasukan khusus Israel terluka akibat baku tembak selama operasi penyelamatan dan kemudian meninggal di rumah sakit.

Keterlibatan intelijen AS

Dilansir The New York Times, tim intelijen Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Israel membantu upaya militer Israel untuk menyelamatkan empat tawanan.

Menurut seorang pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya, tim tersebut membantu militer Israel dengan menyediakan dukungan intelijen dan logistik.

Sementara, seorang pejabat pertahanan senior Israel mengatakan, tim intelijen dari AS dan Inggris telah berada di Israel selama konflik berlangsung.

Mereka membantu intelijen Israel dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi yang berkaitan dengan para sandera.

Adapun dua pejabat intelijen Israel mengatakan, para pejabat militer AS di Israel memberikan beberapa informasi tentang para sandera yang diselamatkan pada Sabtu.

Pentagon dan CIA telah menyuplai militer Israel dengan informasi yang dikumpulkan dari penerbangan pesawat nirawak di atas Gaza, penyadapan komunikasi dan sumber-sumber lain tentang lokasi potensial para sandera.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat