airtronicfirearms.com

Gagal Lolos SNBT 2024, Bisa Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN-PTS

KIP Kuliah 2024
Lihat Foto

- Siswa SMA, SMK yang gagal daftar KIP Kuliah 2024 untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) masih bisa daftar jalur mandiri.

Seperti pengumuman pada laman KIP Kuliah, siswa KIP Kuliah yang masih belum beruntung di Jalur Seleksi SNBP atau UTBK SNBT, masih ada kesempatan untuk mencoba di Jalur Seleksi Mandiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

"Silahkan melengkapi berkas pendaftaran di SIM KIP Kuliah dan memilih Seleksi Mandiri PTN/PTS sebelum melakukan registrasi di PT tujuan," tulis pengumuman KIP Kuliah pada Senin, (10/5/2024).

Bantuan KIP Kuliah yang didapat siswa jalur SNBP, SNBT, dan jalur mandiri PTN-PTS tetap sama.

Baca juga: Kisah Sahid, Penerima KIP Kuliah Lulus Cum Laude dari UNY Tanpa Skripsi dan KKN

Calon mahasiswa akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup bulanan sesuai kluster tempat mahasiswa menimba ilmu. Bantuan pendidikan paling besar maksimal Rp 12 juta. 

Sementara bantuan uang bulanan atau biaya hidup bulanan mulai Rp 800.000 hingga Rp 1.400.000 per bulan. 

Jadwal KIP Kuliah 2024 Jalur Mandiri PTN dan PTS

Saat ini pendaftaran KIP Kuliah untuk jalur mandiri PTN sudah dibuka. Sementara jalur mandiri PTS dibuka 11 Juni 2024. Berikut jadwal lengkapnya:

Jadwal KIP Kuliah 2024 jalur mandiri PTN

  • Pendaftaran: 7 Juni - 31 Oktober 2024

Jadwal KIP Kuliah 2024 jalur mandiri PTS:

  • Pendaftaran: 11 Juni - 31 Oktober 2024

Baca juga: Beasiswa S2 dan S3 Malaysia, Kuliah Gratis dan Uang Saku Bulanan

Persyaratan KIP Kuliah 2024

1. Pemegang KIP/PIP Aktif di Kelas XII SMA/SMK/MA Sederajat

2. Berasal dari keluarga penerima PKH/ BPNT (Sembako) Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)

3. Berasal dari keluarga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

4. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin maksimal pada desil 3 (tiga) pada Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE)

5. Berasal dari panti asuhan atau panti sosial.

6. erasal dari keluarga dengan penghasilan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta atau maksimal Rp 750.000 per-anggota keluarga.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat