airtronicfirearms.com

Beda dengan Judi Online, Psikolog: Game Online Ada Manfaatnya, asalkan...

Ilustrasi game online.
Lihat Foto

– Baru-baru ini, masyarakat kerap mengaitkan game online, khususnya kategori simulasi, dengan judi online. Sebab, meski tidak menggunakan uang layaknya judi online, beberapa pemain game online tetap bertaruh dengan uang sungguhan di luar platform.

Kondisi tersebut memunculkan stigma buruk terhadap game online. Padahal, bermain gim memiliki manfaat positif.

Psikolog Wahyu Aulizalsini menjelaskan bahwa bermain gim dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengurangi stres jika dimainkan dengan santai dan dinikmati, serta melatih keterampilan teknologi bagi pemain.

“Di era digital, game online sangat diminati. Oleh sebab itu, masyarakat perlu kontrol diri yang tepat agar tidak kecanduan, tapi justru memberikan dampak positif,” ucap Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima , Selasa (11/6/2024).

Dia juga berharap agar pengguna tetap mematuhi peraturan dengan memainkan gim sesuai usia.

Sebagai upaya untuk mengatur industri gim di Indonesia, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang Klasifikasi Gim.

Peraturan itu bertujuan untuk mengklasifikasikan gim berdasarkan usia pengguna dengan kriteria jelas tentang konten yang dapat diakses oleh setiap kelompok usia.

Klasifikasi gim tersebut juga didasarkan pada berbagai faktor, termasuk konten yang berpotensi merugikan, seperti rokok, alkohol, narkotika, kekerasan, dan judi.

Adapun gim yang melibatkan unsur simulasi dan/atau kegiatan pertaruhan atau peruntungan akan dikategorikan untuk usia 18 tahun ke atas. Penerbit gim juga diwajibkan melakukan klasifikasi ulang saat terjadi pembaruan konten.

Pakar Hukum Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan bahwa regulasi yang menetapkan usia minimal 18 tahun untuk bermain gim dengan unsur taruhan tanpa keterlibatan uang adalah langkah penting.

“Namun, yang paling krusial adalah memastikan bahwa tidak ada keterlibatan uang serta tidak melanggar norma sosial, agama, dan kesusilaan yang berlaku,” ucap Trubus.

Dia juga menyoroti pentingnya jaminan usia untuk mencegah remaja bermain gim yang tidak sesuai sambil menggarisbawahi bahwa pengawasan harus dilakukan secara ketat untuk mencegah penyalahgunaan, baik oleh pemain maupun platform penyedia.

“Peraturan ini (sudah) baik dan penting untuk memberikan batasan yang jelas antara platform judi online dan game online. Semoga masyarakat dapat memahami perbedaannya dan tidak terjebak dalam aktivitas perjudian,” tegas Trubus.

Untuk diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan tindakan proaktif dengan memblokir sekitar 1,5 juta situs terkait perjudian sejak Juli 2022 hingga Maret 2024.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat