airtronicfirearms.com

Icip Bubur Ase dan Selendang Mayang dari Jakarta yang Punya Cerita

Bubur ase di Siganture Restaurant Hotel Indonesia Kempinski.
Lihat Foto

JAKARTA, - Mulai Mei hingga akhir tahun 2024, tamu Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Jakarta Pusat, bisa menikmati aneka sajian khas Betawi di Signature Restaurant.

Setidaknya, dua hidangan akan disuguhkan di stall buffet yang berada paling awal dekat pintu masuk restoran.

Baca juga: Apa Bedanya Asinan Betawi dan Asinan Bogor?

Sepanjang bulan ini, Signature Restaurant meyuguhkan menu Betawi yang dipengaruhi oleh China. Ada Laksa Betawi dan Bubur Ase.

Tak ketinggalan, dessert (makanan penutup) khas Betawi berupa Cantik Manis dan Selendang Mayang juga disiapkan dengan tampilan modern bagi para tamu yang rindu jajanan pasar.

Seluruh makanan ini dibuat dari buku bersejarah "Mustikarasa" yang menyimpan ribuan resep masakan Indonesia.

Baca juga: Apa Bedanya Laksa Betawi dengan Laksa Sumatera?

Chef de Cuisine Signatures Restaurant, Prasetyo Widodo mengatakan, tidak ada penambahan atau pengurangan bahan dari resep dalam buku tersebut.

"Hanya ada penambahan takaran bumbu karena menyesuaikan cita rasa setiap makanannya," kata Widodo saat ditemui media usai persemian program Mustikarasa, Selasa (7/5/2024).

Baca juga: Resep Sayur Asem Betawi, Kuahnya Segar untuk Makan Siang

Gurih-gurih makanan Betawi

Laksa betawi di Siganture Restaurant Hotel Indonesia Kempinski./Krisda Tiofani Laksa betawi di Siganture Restaurant Hotel Indonesia Kempinski.

 turut menyicipi empat makanan Betawi dengan pengaruh China ini pada hari yang sama.

Widodo mengatakan, kata "ase" merupakan singkatan dari asinan dan semur. Jadi, bubur disajikan dengan topping (pugasan) asinan dan semur.

Namun, selain itu, konon penamaan bubur ase juga diambil dari AC yang menggambarkan suhu dingin.

Alasannya, bubur nasi dan topping-nya disajikan dalam kondisi dingin, tidak panas seperti bubur lainnya.

Tekstur bubur ase lembut dan lumayan padat. Jadi, meski didiamkan beberapa saat, teksturnya tidak banyak berubah.

Baca juga: Resep Sayur Godog Pepaya khas Betawi, Teman Makan Ketupat Lebaran

Bubur ase dan laksa betawi di Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski./Krisda Tiofani Bubur ase dan laksa betawi di Signature Restaurant Hotel Indonesia Kempinski.

Bubur ini ditutup dengan topping tahu putih, semur daging dan telur, sawi hijau, dan taburan kacang.

Rasanya cukup unik. Ada manis dari semur dan gurih-tawar dari potongan tahu serta rebusan sayurannya.

Saya menambahkan sedikit sambal cair yang membuat cita rasa bubur ase kian nikmat. Ada kesan pedas sedikit dan menambahkan gurih.

Selanjutnya, saya menyicip laksa Betawi yang dibuat dari bihun, tauge, kuah, ketupat, daun kemangi, dan perasan jeruk nipis.

Kuah laksa Betawinya lumayan pekat, terasa gurih, sedangkan potongan lontongnya lumayan besar dan padat.

Diberi sedikit saja jeruk nipis, kuahnya sudah terasa lebih menyegarkan, apalagi bila ditambah sambal.

Baca juga: 9 Makanan Indonesia Hasil Akulturasi Budaya, Ada Soto Betawi

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat