airtronicfirearms.com

Pengembangan Wisata Candi Muaro Jambi Angkat Kuliner Tradisional

Salah satu KCBN Muaro Jambi di Candi Gumpung, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (3/7/2024).
Lihat Foto

JAMBI, - Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi merupakan salah satu peninggalan sejarah pada zaman Hindu Budha.

Tempat ini tidak hanya menyisakan suatu peradaban di masa lalu, tetap juga menyimpan kekayaan dan keunikan yang masih terjaga.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah V Jambi Agus Widiatmoko menjelaskan, pelestarian KCBN Muaro Jambi ini tidak hanya revitalisasi Candi Muaro Jambi saja, tetap juga mengembangkan pelestarian warisan budaya masyarakat sekitar.

Baca juga: Danau Kaco di Jambi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Cara Menuju

"Melalui Kolaborasi erat dengan masyarakat lokal, kami ingin menghidupkan kembali tradisi spiritual dan pendidikan yang kaya," ungkapnya, saat di Muaro Jambi, Rabu (3/7/2024).

Dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam memajukan KCBN Muaro Jambi ini, diharapkan kedepannya dapat menarik minat wisatawan untuk dapat datang ke wilayah KCBN Muaro Jambi ini.

Tradisi kuliner di Candi Muaro Jambi

Salah satu tradisi yang akan diangkat di kawasan Candi Muaro Jambi ini adalah kuliner tradisional masyarakat.

Menurut Agus, wilayah Jambi memiliki tananam pangan yang banyak dan bisa digunakan untuk menghasilkan produk kuliner khas sebagai daya tarik wisawatan.

Baca juga: Warga Jambi Temukan Granat Peninggalan Jepang di Aliran Sungai Batanghari

Seperti halnya makanan berbasis rawa karena rawa di Jambi menjadi sumber daya alam yang penting untuk menyediakan produk makanan.

Salah satunya ialah belut. Daging belut yang hidup di rawa memiliki kadar protein dan mampu menjaga kesehatan mata hingga mencegah anemia.

Ilustrasi Belut, Jenis Ikan Air Tawar yang Tidak Bersisik/Rahma Atillah Ilustrasi Belut, Jenis Ikan Air Tawar yang Tidak Bersisik

Di Muaro Jambi, ikan belut ini diolah rempah ratus belut dengan bumbu tradisional yang sebelumnya diolah melalui proses pembakaran dan di masak dengan ratusan bumbu rempah-rempah.

Menanggapi hal ini, Musa selaku masyarakat Muaro Jambi menyambut baik dengan adanya wisata kuliner di KCBN Muaro Jambi ini.

Dirinya juga berharap dengan adanya pelatihan dan pengembangan berbasis wisata kuliner ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Baca juga: Museum Menara Gentala Arasy di Jambi: Sejarah dan Koleksinya

"Bisa mengembang dan konsisten menerapkan ilmu (pelatihan) itu untuk mengembangkan wisata kuliner," ujarnya.

Bahkan dirinya meminta agar setiap tahunnya diadakan pelatihan dan pengembangan kemampuan untuk menggali potensi masyarakat yang ada di sekitar KCBN Muaro Jambi ini.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat