airtronicfirearms.com

Pasukan Israel Menyamar di Truk Bantuan untuk Selamatkan Sandera di Nuseirat, Tuai Kecaman

Seorang pria berjalan di atas puing-puing bangunan yang hancur usai operasi pasukan khusus Israel di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada Sabtu (8/6/2024).
Lihat Foto

YERUSALEM, - Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) pada Senin (10/6/2024) mengatakan, pasukan Israel telah menggunakan sebuah truk bantuan untuk menyusup ke kamp Nuseirat, Gaza tengah, saat mereka menyelamatkan empat sandera Israel pada akhir pekan lalu.

Mereka pun mengecam hal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, PRCS memperingatkan adanya bahaya penggunaan kendaraan semacam itu oleh pasukan Israel untuk menyusup ke dalam kamp.

“Pasukan pendudukan menipu orang-orang dengan menyamar sebagai tim bantuan yang sangat dibutuhkan warga sipil di tengah penderitaan mereka akibat kerawanan pangan yang parah. Hal ini membahayakan keselamatan tim bantuan," ungkap Juru Bicara PRCS Nebal Farsakh, dikutip dari AFP.

Baca juga: Israel Selamatkan 4 Sandera dengan Tewaskan 210 Warga Palestina

Ia menegaskan, preseden seperti itu dapat meningkatkan kemungkinan pekerja bantuan kemanusiaan dicurigai di masa depan.

Ditanya tentang pernyataan Bulan Sabit Merah pada Senin, Militer Israel merujuk AFP pada tweet mereka tanggal 8 Juni. Dalam posting tersebut, Juru bicara Militer Israel Avichay Adraee, menepis tuduhan bahwa pasukannya memasuki Nuseirat dengan truk-truk bantuan sebagai “kebohongan”.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat sandera yang ditahan di Gaza sejak 7 Oktober telah dibebaskan dalam operasi militer Israel di kamp pengungsi Nuseirat pada Sabtu (8/6/2024).

Almog Meir Jan, 22, Noa Argamani, 26, Andrey Kozlov, 27, dan Shlomi Ziv, 41, diculik dari festival Nova pada tanggal 7 Oktober.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikelola Hamas mengatakan setidaknya 274 warga Palestina tewas dan 698 lainnya terluka dalam operasi militer di kamp Nuseirat pada  Sabtu.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, OCHA, mengatakan pada Senin, bahwa arus korban dari operasi penyelamatan Israel telah membuat rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah tersebut kewalahan karena kapasitasnya yang terbatas.

Baca juga: Bagaimana Operasi Penyelamatan 4 Sandera Israel di Gaza Berlangsung?

Di masa lalu, pasukan Israel juga pernah menyamar sebagai pekerja bantuan sipil untuk mencapai target.

Pada bulan Januari, agen-agen yang menyamar, beberapa di antaranya berpakaian seperti petugas medis, menembak mati tiga militan Palestina di rumah sakit Ibnu Sina di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, dan Militer Israel mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari “sel teroris Hamas”.

Perang di Gaza meletus setelah serangan Hamas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober.

Serangan balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 37.124 orang di Gaza, yang sebagian besar adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat