airtronicfirearms.com

Nasib Pilu PRT Indonesia di Malaysia, Dikunci di Balkon Setiap Habis Kerja dan Tak Digaji...

Polisi dari Divisi Anti-Perdagangan Manusia dan Penyelundupan Migran federal berbicara kepada pembantu rumah tangga asal Indonesia yang mengalami seminggu terkurung di balkon sebuah unit kondominium di Pentaling Jaya.
Lihat Foto

KUALA LUMPUR, - Pekerja rumah tangga (PRT) asal Indonesia belum lama ini berhasil diselamatkan dari tangan majikan di Malaysia yang telah memperlakukannya secara tidak manusiawi.

PRT tersebut selalu “dikurung” sehabis kerja di balkon rumah majikannya di kondominium wilayah Petaling Jaya, Selangor.

Di sana, perempuan berusia 21 tahun itu hanya diberi bantal dan kasur.

Baca juga: PRT di Thailand Ini Ternyata Belum Pasti Akan Terima Warisan Rp 43,5 Miliar dari Majikan yang Bunuh Diri, Kok Bisa?

Kondisi balkon yang tidak tertutup akhirnya membuat PRT itu kerap menderita setiap kali hujan.

Mimpi buruknya berakhir pada Minggu (9/6/2024).

Saat itu, tim polisi Divisi Anti-Perdagangan Manusia dan Penyelundupan Migran (Atipsom) dari Departemen Investigasi Kriminal Federal (CID) menggerebek unit kondominium di Mutiara Damansara.

Asisten Direktur CID di Malaysia, Asisten Komisioner Senior Soffian Santong, yang mengepalai divisi tersebut, mengatakan bahwa perempuan asal Indonesia tersebut dipekerjakan oleh sebuah keluarga lokal.

Namun, alih-alih memberinya kamar untuk ditinggali, pihak pemberi kerja malah menempatkannya di balkon luar.

"Korban tidak diizinkan meninggalkan balkon, yang dikunci dari dalam, sampai dia menerima perintah untuk membersihkan rumah," jelas dia kepada Harian Metro Malaysia.

Menurut Soffian, PRT ini hanya diizinkan masuk ke dalam rumah antara pukul 05.00 hingga 11.00 untuk membersihkan rumah.

Baca juga: Majikan Ditemukan Meninggal, PRT Ini Sebut karena Bunuh Diri dan Diwarisi Rp 43,5 Miliar

"Setelah selesai melakukannya, dia akan diperintahkan kembali ke balkon, yang akan dikunci oleh majikannya,” katanya.

Soffian mengatakan, korban belum digaji karena dia baru bekerja untuk keluarga tersebut selama sekitar satu minggu.

“Korban diberi makan dan minum tiga kali sehari, tetapi setiap hari dia dimarahi oleh majikannya dan dikurung," jelas dia.

Soffian menjelaskan penderitaan perempuan itu terungkap ketika dia berhasil menulis sebuah catatan yang memohon pertolongan dan melemparkannya dari balkon.

Dia mengatakan, polisi telah menangkap seorang perempyan berusia 69 tahun yang diyakini sebagai majikan korban.

“Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 12 Undang-Undang Atipsom 2007 dan Pasal 55B Undang-Undang Imigrasi Malaysia 1956/63,” katanya.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat