airtronicfirearms.com

Pembunuh dan Pemerkosa Saat Genosida Rwanda Dipenjara 25 Tahun di Belgia

Foto ini memperlihatkan berbagai barang milik korban genosida Rwanda yang disimpan di Museum Peringatan Genosida Ntarama di Kigali.
Lihat Foto

BRUSSELS, - Pengadilan Brussels di Belgia pada Senin (10/6/2024) menjatuhkan hukuman 25 tahun penjara kepada Emmanuel Nkunduwimye (65), pembunuh dan pemerkosa saat Genosida Rwanda 1994.

Nkunduwimye adalah pria Belgia-Rwanda yang memiliki garasi di Ibu Kota Rwanda, Kigali, saat genosida terjadi.

Garasi itu dipakai milisi Interahamwe untuk melakukan pembantaian.

Baca juga: 30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

Ia kali pertama ditangkap di Belgia pada 2011 dan dinyatakan bersalah atas kejahatan perang serta genosida.

Nkunduwimye juga berhubungan dekat dengan beberapa milisi, termasuk Georges Rutaganda yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk Rwanda dan meninggal pada 2010.

Juri persidangan di Brussels menyatakan, terdakwa membantu milisi dengan mengetahui sepenuhnya fakta-fakta yang terjadi.

"Dia tidak mungkin tidak menyadari pelanggaran yang dilakukan di sana," kata putusan tersebut, menurut kantor berita Belga.

Saat persidangan, Nkunduwimye dikenali oleh perempuan yang diperkosanya. Korban datang untuk bersaksi di depan kamera sidang.

Nkunduwimye membantah tuduhan, sedangkan pembelanya meminta pembebasan dengan alasan bukti penuntutan tidak dapat diandalkan.

Baca juga:

Awalnya, jaksa penuntut dalam sidang yang dimulai sejak April 2024 ini mengajukan hukuman 30 tahun penjara.

Genosida Rwanda yang terjadi selama April-Juli 1994 merenggut sedikitnya 800.000 nyawa, menurut PBB.

Mayoritas korban adalah anggota minoritas Tutsi, kemudian beberapa Hutu moderat juga tewas.

Sidang Nkunduwimye adalah persidangan ketujuh yang diadakan Belgia terkait Genosida Rwanda sejak 2001.

Belgia—yang menguasai Rwanda selama masa kolonial—dapat mengadili para pelaku genosida karena pengadilannya mengakui yurisdiksi universal atas kejahatan berdasarkan hukum humaniter internasional yang dilakukan di luar negeri.

Baca juga: Pahlawan Hotel Rwanda Dipenjara 25 Tahun karena Terorisme

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat