airtronicfirearms.com

AS Akan Lanjutkan Pengiriman Bom 226 Kg ke Israel

Tentara Amerika Serikat membawa peluncur rudal Javelin dalam latihan militer gabungan antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan koalisi yang dipimpin AS untuk melawan kelompok ISIS, di Deir Ezzor, Suriah, 7 Desember 2021.
Lihat Foto

WASHINGTON DC, - Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan pengiriman bom seberat 500 pon (226,79 kilogram) ke Israel, tetapi akan tetap menahan pasokan bom yang berbobot 2.000 pon (907,18 kg).

Sebelumnya pada Mei 2024, AS menghentikan pengiriman bom 2.000 pon dan 500 pon karena khawatir atas dampak yang ditimbulkan di Gaza selama perang Israel-Hamas sejak 7 Oktober 2023.

AS khususnya khawatir jika bom sebesar itu dipakai di Rafah, lokasi lebih dari satu juta warga Palestina berlindung.

Baca juga: Israel Dilaporkan Serang Situs Hezbollah di Lebanon Tengah

"Kami sudah jelaskan bahwa kekhawatiran kami adalah pada penggunaan akhir bom seberat 2.000 pon, khususnya untuk operasi Israel di Rafah yang mereka umumkan akan segera berakhir," kata seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim, dikutip dari Reuters pada Rabu (10/7/2024).

Satu bom seberat 2.000 pon dapat menghancurkan beton dan logam tebal, menciptakan radius ledakan yang luas.

Pejabat AS itu juga mengatakan, bom 500 pon dulu dikirim bersamaan dengan bom 2.000 pon sehingga sama-sama tertahan.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant saat berkunjung ke Washington berkata, ada kemajuan signifikan dalam masalah pasokan amunisi AS ke Israel.

"Hambatan telah dihilangkan dan kemacetan telah diatasi," ujar dia.

Baca juga:

Meskipun ada penundaan pada satu pengiriman, Israel tetap menerima aliran persenjataan AS lainnya secara stabil.

Reuters bulan lalu melaporkan, sejak Oktober 2023 ketika perang Israel-Hamas pecah hingga akhir Juni 2024, AS mengirim sedikitnya 14.000 bom MK-84 seberat 2.000 pon, 6.500 bom seberat 500 pon, 3.000 rudal Hellfire udara-ke-darat berpemandu presisi, 1.000 bom penghancur bunker, 2.600 bom berdiameter kecil yang dijatuhkan dari udara, dan amunisi-amunisi lainnya.

Pengawasan internasional terhadap operasi militer Israel di Gaza meningkat seiring jumlah korban Palestina yang tewas melampaui 38.000, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.

Adapun serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2024 menewaskan 1.200 orang, kemudian 250 orang lainnya disandera.

Baca juga: Pasukan Israel Terus Gempur Gaza Saat Mediator Dorong Kesepakatan Gencatan Senjata

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat