airtronicfirearms.com

Pasukan Israel Sebar Ribuan Selebaran di Gaza, Desak Warga Mengungsi

Warga Palestina berjalan menuju daerah yang lebih aman setelah dimulainya kembali serangan Israel ke Rafah di Jalur Gaza selatan pada 1 Desember 2023, setelah berakhirnya gencatan senjata selama tujuh hari antara Israel dan militan Hamas. Gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas berakhir pada 1 Desember, dengan tentara Israel mengatakan bahwa operasi tempur telah dilanjutkan, dan menuduh Hamas melanggar jeda operasional.
Lihat Foto

GAZA, - Tentara Israel menyebar ribuan selebaran di Kota Gaza untuk mendesak warga mengungsi. Tujuannya agar warga terhindar dari serangan besar-besaran Israel.

Dari selebaran itu, Israel sudah menetapkan rute atau jalur pelariannya. Menurut badan kemanusiaan PBB OCHA, kota tersebut dihuni oleh 350.000 orang.

Peringatan itu muncul ketika pasukan Israel, yang didukung oleh tank dan pesawat, berperang melawan Hamas dan Jihad Islam dalam pertempuran terberat Israel.

Baca juga: Studi Lancet: Diperkirakan Korban di Gaza Melebihi 186.000 Jiwa

Yakni pertempuran yang pernah terjadi di kota itu dalam beberapa bulan terakhir di tengah perang yang berkecamuk sejak 7 Oktober 2023.

PBB mengatakan evakuasi terbaru hanya akan menambah penderitaan massal bagi keluarga Palestina yang banyak di antaranya telah mengungsi berkali-kali.

"Warga sipil harus dilindungi," kata juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, dikutip dari AFP pada Kamis (11/7/2024).

Seorang juru bicara pemerintah Israel mengatakan tujuannya adalah untuk menyelamatkan warga sipil dari bahaya ketika pasukan Israel memerangi Hamas di mana pun mereka berada.

Seorang wanita yang membawa barang-barangnya yang sedikit melewati reruntuhan, Umm Nimr al-Jamal, mengatakan kepada AFP pada Selasa bahwa ini adalah yang ke-12 kalinya, keluarganya harus melarikan diri.

"Berapa kali kita bisa menanggung ini? Seribu kali? Di mana kita akan berakhir?" tanya dia.

Meningkatnya pertempuran, pemboman dan pengungsian terjadi ketika perundingan dilanjutkan di Qatar menuju kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dalam perang yang kini memasuki bulan ke-10.

Pejabat Hamas Hossam Badran, ketika ditanya tentang peningkatan operasi militer, mengatakan bahwa Israel berharap perlawanan akan melepaskan tuntutan sahnya dalam perundingan gencatan senjata.

Baca juga: Hilang di Mississippi, Bayi Ajaib Ditemukan Usai Merangkak 2 Hari Sepanjang Jalan

"Namun pembantaian yang terus berlanjut memaksa kami untuk mematuhi tuntutan kami," katanya.

Pertempuran sengit juga terjadi di Rafah, bagian selatan Gaza, di mana para saksi mengatakan kepada AFP bahwa tank-tank Israel bergemuruh di pusat kota dan melepaskan tembakan hebat ke bangunan-bangunan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat