airtronicfirearms.com

Alasan Teza Sumendra Lebih Banyak Gunakan Lirik Bahasa Inggris di Lagu-lagunya

Setelah sembilan tahun, Teza Sumendra akhirnya merilis album baru bertajuk Midnight Notion.
Lihat Foto

JAKARTA, - Penyanyi Teza Sumendra banyak menggunakan Bahasa Inggris dalam penulisan lirik-lirik lagunya.

Di mini album terbarunya, lima dari enam lagunya bahkan berbahasa Inggris.

Penyanyi berusia 36 tahun itu memiliki alasan tersendiri mengapa penulisan liriknya sebagian besar menggunakan Bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia.

Baca juga: Setelah 9 Tahun, Teza Sumendra Akhirnya Rilis Album Baru

"Karena pembendaharaan kosa kata Bahasa Indonesia saya itu minim banget," kata Teza saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2024).

"Dan Indonesia kan kosa katanya banyak banget dan harus tepat kan penggunaannya supaya tidak terdengar garing," lanjutnya.

Selain itu Teza Sumendra juga melihat bahwa Bahasa Inggris memiliki silabel yang lebih pendek jika dibandingkan dengan Bahasa Indonesia.

Baca juga: Eva Celia Akan Kolaborasi dengan Ardhito Pramono dan Teza Sumendra di Konser Tunggal Indra Lesmana

Silabel pendek itu sangat berguna ketika dimasukkan ke dalam notasi di sebuah lagu.

"Contohnya kata 'saya' itu dua suku kata, kalau di Inggris kan bisa jadi 'I', satu suku kata doang. Itu bisa masuk ke satu harmoni nada gitu," jelasnya.

Meskipun banyak menggunakan Bahasa Inggris, Teza Sumendra memastikan bahwa lirik lagunya sangat mudah untuk diterjemahkan.

Baca juga: Kado Spesial, Soundwave Gandeng Teza Sumendra Kolaborasi Singel Berjudul F

Oleh sebab itu, Teza Sumendra yakin pemilihan lirik Bahasa Inggris di lagu-lagunya tak berpengaruh cukup besar bagi para pendengarnya.

Teza Sumendra baru saja merilis sebuah mini album berjudul Midnight Notion.

Lagu-lagu di album ini sudah bisa didengarkan di platform streaming musik mulai Jumat, 17 Mei 2024.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat