airtronicfirearms.com

Ilmuwan Temukan Planet Seukuran Bumi yang Mengorbit Bintang Kecil

Ilustrasi bintang di alam semesta.
Lihat Foto

- Bintang hadir dalam susunan yang mempesona. Ada bintang kuning-putih yang stabil seperti Matahari, ada bintang raksasa yang berumur pendek, ada katai merah kecil, dan ada yang redup.

Di ujung rentang tersebut terdapat bintang katai ultradingin, yang ukurannya hanya sedikit lebih besar dari Jupiter, dan hampir tidak hangat sama sekali, menurut standar bintang.

Di sekitar salah satu bintang kecil inilah para astronom baru saja menemukan planet baru; planet ekstrasurya seukuran Bumi, yang mengorbit katai ultradingin bernama SPECULOOS-3, yang letaknya hanya 55 tahun cahaya dari Matahari.

Mengenal SPECULOOS-3

Planet ekstrasurya tersebut, sesuai dengan konvensi penamaan, disebut SPECULOOS-3b. Planet ini mirip dengan Bumi, tapi satu tahun di SPECULOOS-3b – satu orbit mengelilingi bintangnya – hanya berlangsung selama 17 jam.

Katai ultradingin, meski jumlahnya jauh lebih banyak di Bima Sakti dibandingkan bintang besar, masih sulit dipelajari karena ukurannya sangat kecil, dingin, dan redup.

Baca juga: Punya Banyak Gunung Berapi, Planet Baru Ini Lebih Panas dari Bintang

Sifat-sifat ini membuat mereka sedikit lebih sulit untuk dilihat, dan di situlah proyek SPECULOOS dijalankan. Ini adalah jaringan teleskop yang bekerja sama secara khusus untuk mencari planet ekstrasurya mirip Bumi yang mengorbit bintang-bintang kecil.

SPECULOOS-3b terdeteksi menggunakan transit, penurunan cahaya bintang yang sangat samar saat planet ekstrasurya lewat di depannya. Dari pengukuran tersebut, peneliti mampu mengetahui keberadaan dan beberapa sifat fisik SPECULOOS-3b.

Bintang yang menjadi tempat berputarnya planet ekstrasurya ini berukuran kecil, hanya 12,3 persen radius Matahari dengan 10 persen massa Matahari. Suhunya kurang dari setengah suhu Matahari, dan 1.000 kali lebih redup. Meski jaraknya hanya 55 tahun cahaya dari Bumi, bintang kecil ini sulit untuk dilihat.

Saat ini diketahui bahwa SPECULOOS-3b memiliki radius sedikit lebih kecil dari radius Bumi. Para ahli belum mengetahui massanya, sehingga mereka tidak dapat menarik simpulan pasti tentang komposisinya, namun ada beberapa alasan untuk meyakini bahwa planet ini merupakan planet yang berbatu-batu padat.

Yang pertama adalah radiusnya. Planet sekecil SPECULOOS-3b kemungkinan besar tidak berupa gas atau es. Ini mungkin salah dipahami, tapi ada faktor lain yang berperan, yakni bintang itu sendiri.

Baca juga: Hipotesis Adanya Planet Kesembilan Alami Peningkatan

Meskipun SPECULOOS-3 dingin dan redup, planet ekstrasurya ini terus-menerus terkena radiasi keras, hampir 16 kali lipat tingkat radiasi yang diterima Bumi dari Matahari.

Jadi, SPECULOOS-3b kemungkinan tidak dapat dihuni, meskipun ia dapat mempertahankan atmosfernya. Namun, hal ini belum tentu merupakan hal yang buruk bagi sains.

Dalam lingkungan seperti itu, keberadaan atmosfer di sekitar planet ini sangat kecil kemungkinannya, menurut ilmuwan Julien de Wit dari Massachusetts Institute of Technology.

Ia mengatakan, fakta bahwa planet ini tidak memiliki atmosfer dapat menjadi nilai tambah dalam beberapa hal. Misalnya, hal ini memungkinkan para ahli untuk mempelajari banyak hal tentang bintang katai ultra-dingin, yang pada gilirannya akan memungkinkan studi lebih mendalam mengenai potensinya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat