airtronicfirearms.com

Ilmuwan Temukan Virus Raksasa di Greenland untuk Atasi Pencairan Es

Pencairan es di Greenland
Lihat Foto

- Setiap musim semi, ganggang di es Greenland mulai berkembang, dan menggelapkan permukaan dan mempercepat pencairan es.

Fenomena ini memperburuk pemanasan global dengan mengurangi kemampuan es memantulkan sinar matahari.

Namun, tim peneliti telah menemukan solusi alami untuk itu. Virus raksasa yang ditemukan di es, setidaknya 1.500 kali lebih besar dari virus penyebab flu, dapat mengendalikan pertumbuhan alga ini, sehingga menawarkan solusi potensial untuk mengurangi pencairan es.

Percepatan pencairan es

Lapisan es Greenland adalah lapisan es terbesar kedua di Bumi, setelah Antartika, dan memainkan peran penting dalam mengatur permukaan laut global.

Sayangnya, lapisan es mengalami pencairan signifikan akibat kenaikan suhu global. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengungkapkan, laju pencairan es 20 persen lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Salah satu daerah yang paling terkena dampaknya adalah Gletser Petermann di barat laut Greenland.

Penelitian yang dipimpin oleh University of California, Irvine and NASA’s Jet Propulsion Laboratory menemukan bahwa air laut hangat yang menembus bagian bawah gletser telah meningkatkan laju pencairan gletser secara signifikan.

Fenomena yang terjadi sejak awal tahun 2000an ini mengakibatkan gletser menipis sekitar 140 meter selama dua dekade terakhir.

Situasi yang sama mengerikannya terjadi di gletser-gletser besar lainnya. Misalnya, Gletser 79° Utara telah kehilangan es dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni dengan tingkat pencairan es mencapai 130 meter per tahun.

Baca juga: Para Ilmuwan Pecahkan Misteri Lubang di Laut Es Antartika

Harapan dari Arktik

Virus raksasa dapat berukuran hingga 2,5 mikrometer, melebihi ukuran beberapa bakteri. Genom mereka juga luas, mengandung sekitar 2,5 juta pasangan basa, jauh lebih banyak daripada 100.000-200.000 yang ditemukan pada bakteriofag (virus penargetan bakteri).

Meskipun ukurannya relatif besar, virus ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang atau bahkan dengan mikroskop cahaya.

Virus ini pertama kali ditemukan menginfeksi ganggang hijau di laut pada tahun 1981. Belakangan, mereka ditemukan di tanah dan bahkan manusia.

Namun, ini pertama kalinya virus raksasa ditemukan di lingkungan es dan salju yang didominasi oleh alga.

Para peneliti, yang dipimpin oleh postdoc Laura Perini dari Departemen Ilmu Lingkungan di Aarhus University, menganalisis sampel dari es gelap, salju merah, dan lubang leleh.

Dan, hasilnya, mereka menemukan tanda-tanda virus raksasa aktif di es gelap dan salju merah.

Baca juga: Es Antartika Mencair Bikin Meteorit Menghilang, Kok Bisa?

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat