airtronicfirearms.com

Suhu Panas di Malam Hari Terkait dengan Peningkatan Stroke

Ilustrasi cuaca panas di kamar tidur, kamar tidur terasa panas dan pengap.
Lihat Foto

- Sebuah penelitian baru menemukan suhu udara yang tinggi di malam hari dapat menyebabkan seseorang berisiko terkena stroke jauh lebih besar.

Temuan ini pun menimbulkan potensi masalah kesehatan di seluruh dunia seiring dengan makin panasnya suhu global.

Baca juga: Rekor Suhu Panas Diperkirakan Terjadi Lagi Tahun 2024

Hasil tersebut didapat setelah peneliti memetakan suhu malam hari dan jumlah kasus stroke yang tercatat di kota Augsburg Jerman selama 15 tahun.

Mengutip Science Alert, Selasa (4/6/2024) tim peneliti yang dipimpin oleh pusat penelitian Helmholtz Munich di Jerman menemukan peningkatan risiko stroke yang signifikan secara statistik pada hari-hari yang cuacanya tercatat sangat hangat di malam hari.

Orang lanjut usia dan perempuan merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi risiko tersebut.

“Kami ingin memahami sejauh mana suhu malam hari yang tinggi menimbulkan risiko kesehatan,” kata Alexandra Schneider, ahli epidemiologi di Helmholtz Munich.

“Hal ini penting karena perubahan iklim menyebabkan suhu malam hari meningkat jauh lebih cepat dibandingkan suhu siang hari,” paparnya.

Sebanyak 11.037 kasus stroke klinis yang terlihat di Rumah Sakit Universitas Augsburg dari tahun 2006 hingga 2020 dilibatkan dalam penelitian ini.

Secara keseluruhan, risiko stroke meningkat sebesar 7 persen pada malam hari yang dikategorikan sebagai 'tropis'.

Berdasarkan penelitian ini, malam tropis adalah malam yang suhunya tetap di atas 14,6 derajat Celcius yang mewakili 5 persen malam terpanas sepanjang di masa penelitian.

Terdapat bukti peningkatan jumlah kejadian stroke dari waktu ke waktu.

Baca juga: Mengenal Geoengineering, Teknologi Mengurangi Suhu Panas Bumi

Dari tahun 2006 hingga 2012, malam yang panas dikaitkan dengan dua kasus stroke tambahan per tahun.

Sedangkan dari tahun 2013 hingga 2020, malam yang panas dikaitkan dengan 33 kasus tambahan per tahun.

Hal itu mencerminkan peningkatan suhu seiring berjalannya waktu.

Peneliti mengatakan berbagai faktor mungkin menjadi penyebab peningkatan jumlah kasus stroke, termasuk kemungkinan dehidrasi.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat