airtronicfirearms.com

Studi Ungkap Apa yang Sebenarnya Dimakan Manusia Zaman Batu

Gigi manusia purba Zaman Batu yang ditemukan di Gua Taforalt, Maroko
Lihat Foto

- Ada pertanyaan menarik soal apa yang dimakan orang-orang di Zaman Batu sebelum munculnya pertanian sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Stereotip yang sudah lama ada adalah manusia purba di era tersebut memburu hewan besar seperti contohnya mammoth.

Baca juga: Studi Buktikan Manusia adalah Predator Paling Menakutkan di Bumi

Namun penelitian baru terhadap kelompok Paleolitikum yang disebut Iberomaurusian menentang anggapan tersebut.

Kelompok pemburu pengumpul yang hidup antara 13.000 hingga 15.000 tahun di Taforalt (sekarang Maroko) yang lalu tidak hanya bergantung pada daging sebagai makanannya.

Mengutip CNN, Kamis (30/5/2024) hasil tersebut didapat setelah peneliti menganalisis tanda-tanda kimiawi yang tersimpan dalam tulang dan gigi dari tujuh Iberomaurus yang berbeda.

Hasil analisis menemukan tumbuhan merupakan sumber protein utama mereka, bukan daging.

"Analisis kami menunjukkan bahwa kelompok pemburu pengumpul ini memasukkan sejumlah besar tumbuhan ke dalam makanan mereka, sehingga mengubah pemahaman tentang pola makan manusia pra-pertanian," kata Zineb Moubtahij, penulis utama studi.

Peneliti juga menemukan jumlah gigi berlubang yang lebih banyak pada kelompok manusia yang dianalisis itu dibandingkan pemburu-pengumpul lain.

Hal itu menunjukkan bahwa orang Iberomaurus mengonsumsi tanaman bertepung yang dapat difermentasi seperti sereal atau biji pohon ek liar.

Temuan ini pun meruntuhkan gagasan bahwa pola makan Zaman Baru adalah pola makan yang banyak mengandung daging.

Baca juga: Studi Ungkap Manusia Purba Lebih Suka Sayur daripada Daging

Menguraikan pola makan kuno

Dalam studi ini peneliti menggunakan teknik yang disebut analisis isotop stabil untuk mempelajari pola makan masing-masing Iberomaurusian yang diteliti.

"Ini mungkin pertama kalinya komponen nabati penting dalam pola makan Paleolitik didokumentasikan menggunakan teknik isotop," kata Klervia Jaouen, rekan penulis dan juga peneliti di Géosciences Environnement Toulouse.

Isotop nitrogen dan seng (varian suatu unsur) yang terkandung dalam kolagen dan email gigi dapat mengungkap jumlah daging yang pernah terkandung dalam makanan kuno, sementara isotop karbon dapat menjelaskan apakah sumber utama protein adalah daging atau ikan.

"Manusia mengonsumsi makanan dan informasi isotopnya dicatat dalam jaringan seperti tulang dan gigi," papar Moubtahij.

Dan dengan menganalisis jaringan yang ditemukan dalam catatan arkeologi, peneliti dapat mengetahui apakah seseorang makan lebih banyak daging atau makanan nabati.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat