airtronicfirearms.com

Evolusi Manusia Jelaskan Penyebab Fobia Kumpulan Lubang Kecil

Ilustrasi fobia.
Lihat Foto

- Kesadaran soal fobia makin luas dalam beberapa tahun terakhir yang membuat komunitas ilmiah makin tertarik untuk mempelajarinya.

Salah satu fobia itu adalah trypophobia yang merupakan ketakutan terhadap kumpulan lubang kecil.

Baca juga: Sains Jelaskan Penyebab Orang Memiliki Fobia

Tapi apakah fobia tersebut muncul karena keanehan manusia semata ataukah ada akar evolusi yang jadi pemicunya?

Seperti dikutip IFL Science, Senin (8/7/2024) psikologi evolusioner menyebutkan otak kita mungkin masih menerapkan algoritma mental tertentu yang diperoleh selama sejarah evolusi.

Artinya, meski kita tidak hidup dalam lingkungan dan kondisi seperti nenek moyang dahulu kala, namun perilaku kita dapat dipicu oleh hal-hal tertentu di dunia saat ini.

Sehingga peneliti percaya bahwa manusia mewarisi respons rasa takut sebagai mekanisme untuk menjaga kita tetap aman dari tekanan di masa lalu.

Nah, apakah hal ini juga berlaku pada trypophobia?

Fobia tersebut sebagian besar tidak diketahui hingga munculnya internet pada tahun 2000an.

Pada saat orang-orang dapat berbagi konten dengan orang-orang dari seluruh dunia, segera menjadi jelas bahwa banyak juga yang menunjukkan keengganan yang aneh terhadap gambar lubang-lubang kecil. Misalnya saja sarang lebah, gelembung sup, dan bahkan lubang udara di dalam coklat.

Trypophobia mungkin tampak sebagai fobia yang tidak biasa, namun sebagian besar populasi sebenarnya mengalami beberapa gejala yang terlihat. Hal ini menunjukkan mungkin ada reaksi bawaan dan bahkan adaptif terhadap rangsangan tertentu.

Salah satu penjelasan untuk hal ini adalah apa yang disebut hipotesis “hewan berbahaya”. Hal ini menyatakan bahwa reaksi tripofobik mungkin merupakan sisa dari perilaku adaptif evolusioner yang dirancang untuk menghindari hewan berbahaya.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Fobia Menurut Sains

Pasalnya, banyak makhluk berbisa, termasuk laba-laba dan ular, memiliki pola yang menyerupai kumpulan lubang.

Trypophobia juga dapat dijelaskan dengan hipotesis “penghindaran penyakit kulit” yang menunjukkan bahwa rasa takut berevolusi dari mekanisme untuk menghindari penyakit menular.

Parasit dan penyakit tertentu membuat pola pada kulit menyerupai kumpulan lubang. Penyakit menular yang serius seperti cacar, wabah penyakit, kusta, tipus, dan rubella semuanya menghasilkan stigmata melingkar atau kumpulan pustula pada kulit.

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa reaksi trypophobia sangat mirip dengan rasa jijik, yang juga merupakan respons utama dalam menghindari penyakit.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat