airtronicfirearms.com

Seperti Apa Bau Debu Bulan?

Ilustrasi bulan.
Lihat Foto

- Bulan adalah satu-satunya satelit alami yang dimiliki Bumi.

Jarak Bulan dari Bumi memengaruhi kekuatan pasang surut air laut dan terjadinya gerhana Matahari.

Adapun rata-rata jarak Bumi ke Bulan adalah sekitar 238.855 mil (384.400 kilometer).

Bulan tidak mengorbit Bumi dalam lingkaran yang sempurna, jadi ada tempat-tempat di sepanjang perjalanannya yang lebih dekat atau lebih jauh dari Bumi daripada jarak rata-rata tersebut.

Baca juga: Ganymede, Bulan Terbesar di Tata Surya yang Mengorbit Jupiter

Aroma debu Bulan

Astronot Apollo melaporkan bahwa debu Bulan yang ditemukan di dalam wahana pendarat mereka berbau seperti bubuk mesiu yang terbakar.

Karena tidak ada kesamaan kimia antara debu Bulan dan bubuk mesiu, baunya bisa jadi berasal dari debu yang bereaksi dengan oksigen dan/atau air di dalam wahana pendarat. Mungkin juga karena pelepasan partikel bermuatan dari Matahari yang terperangkap dalam debu.

Anehnya, sampel debu bulan yang dibawa kembali ke Bumi dari Bulan tidak berbau.

Jadi, apa pun yang menyebabkan bau dari debu Bulan, sebagaimana yang dilaporkan oleh astronot Apollo, pasti bersifat sementara.

Debu Bulan yang sangat abrasif

Debu Bulan mengandung silikat, material yang umum ditemukan di benda-benda angkasa yang memiliki aktivitas vulkanik.

Baca juga: Apakah Satu Hari di Bulan Berdurasi 24 Jam?

Di Bulan, debu tersebut sangat abrasif sehingga merusak lapisan sepatu bot astronot dan merusak segel vakum wadah sampel Apollo.

Partikel debu Bulan memiliki tekstur halus seperti bubuk, tetapi tajam seperti kaca.

Gravitasi rendah di Bulan, seperenam dari gravitasi Bumi, memungkinkan partikel-partikel kecil tetap tersuspensi lebih lama dan menembus lebih dalam ke paru-paru.

Ahli mengatakan, partikel yang 50 kali lebih kecil dari rambut manusia dapat bertahan selama berbulan-bulan di dalam paru-paru. Semakin lama partikel tersebut bertahan, semakin besar kemungkinan menimbulkan efek toksik.

Meski potensi kerusakan akibat menghirup debu ini tidak diketahui, tetapi penelitian menunjukkan bahwa simulasi debu Bulan dapat menghancurkan sel paru-paru dan otak setelah paparan jangka panjang.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat