airtronicfirearms.com

Mengapa Depresi Bisa Menurunkan Nafsu Makan?

Ilustrasi depresi
Lihat Foto

- Beberapa orang mengalami penurunan nafsu makan saat depresi, namun ada juga yang merasa nafsu makannya meningkat karena depresi.

Dengan demikian, ada keterkaitan antara depresi dan nafsu makan. Namun, mengapa makanan tidak terasa enak saat kita mengalami depresi?

Selera makan dan depresi

Selera makan dapat terpengaruh oleh depresi. Penelitian dari tahun 2017 menunjukkan bahwa hampir setengah dari orang yang hidup dengan gangguan depresi mayor diyakini mengalami kehilangan nafsu makan sebagai gejalanya.

Kemudian, studi tahun 2018 juga menunjukkan bahwa sekitar seperempat dari mereka yang hidup dengan gangguan depresi mayor juga mengalami kehilangan indera perasa.

Lantas, mengapa demikian?

Para ilmuwan berpikir konektivitas dan fungsi otak mungkin berperan dalam hubungan antara nafsu makan dan depresi.

Baca juga: Depresi Setelah Kehilangan Hewan Peliharaan, Apakah Normal?

Penelitian dari tahun 2016 menunjukkan bahwa individu yang depresi menunjukkan lebih sedikit aktivitas di area otak yang berhubungan dengan:

  • Kesenangan
  • Penghargaan
  • Isyarat visual

Selain itu, mereka mungkin mengalami pemutusan hubungan antara sinyal-sinyal otak yang biasanya memicu respons lapar ketika disajikan dengan hidangan yang tampak menggugah selera.

Banyak orang yang mengalami depresi melaporkan kurangnya energi atau motivasi untuk memasak dan makan. Atau mereka mungkin tidak menemukan kesenangan dalam hal-hal yang sebelumnya mereka nikmati, seperti mencoba makanan atau bersantap di restoran baru.

Efek samping umum dari selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) adalah hilangnya nafsu makan, terutama setelah memulai pengobatan.

Jadi, semua faktor penekan nafsu makan ini dapat dengan cepat bertambah, dan seseorang mungkin tidak akan dapat menikmati bahan-bahan makanan jika ia merasa apatis terhadapnya.

Baca juga: Studi: Yoga, Jalan Kaki, dan Jogging Dapat Membantu Mengobati Depresi

Fungsi otak bisa juga berperan. Hormon serotonin yang membuat bahagia dan neurotransmitter yang disebut noradrenalin sangat penting dalam depresi.

Orang yang depresi biasanya memiliki kadar yang lebih rendah di otak mereka. Namun, kedua elemen ini juga memengaruhi reseptor rasa.

Dalam studi tahun 2006, para peneliti memberikan partisipan yang depresi (mengalami penurunan indra perasa) dengan SSRI untuk meningkatkan kadar serotonin dan noradrenalin mereka.

Hasilnya? Persepsi dan kemampuan mereka untuk mengenali rasa manis, pahit, asin, dan asam meningkat pesat.

Namun, beberapa antidepresan diketahui menyebabkan rasa pahit atau rasa logam di mulut. Obat-obatan ini juga dapat menyebabkan mulut kering.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalaminya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat