airtronicfirearms.com

Ilmuwan Temukan Lubang Hitam di Inti Gugusan Bintang Terbesar di Bima Sakti

Ilustrasi lubang hitam
Lihat Foto

- Temuan baru menunjukkan, gugusan bintang terbesar yang mengelilingi Bima Sakti, Omega Centauri, memiliki lubang hitam di intinya dengan massa 20.000-50.000 kali massa Matahari.

Dengan jarak 18.000 tahun cahaya, objek ini tidak terlalu dekat dari Bumi, dan tentu saja tidak mengancam.

Temuan baru ini menjadi penting karena lara astronom telah lama mencari contoh lubang hitam dalam kisaran ukuran ini untuk memverifikasi model alam semesta. Penemuan ini juga mengonfirmasi status Omega Centauri sebagai inti galaksi yang telah lama punah.

Penemuan lubang hitam di Omega Centauri

Lubang hitam diketahui memiliki dua rentang ukuran. Ada sisa-sisa bintang yang meledak dengan massa kurang dari 100 kali Matahari, dan bintang-bintang besar di inti galaksi.

Batas bawah untuk bintang besar di inti galaksi tampaknya berada di sekitar 100.000 massa matahari, tetapi sebagian besar berada dalam kisaran jutaan atau bahkan miliaran massa matahari.

 Baca juga: Apa Itu Lubang Hitam Purba?

Para astronom telah berupaya mencari lubang hitam perantara karena keberadaannya diperlukan untuk memodelkan bagaimana lubang hitam raksasa mencapai ukuran saat ini.

Beberapa kemungkinan "target" telah ditemukan, tetapi sebagian besar kesenjangan ukuran masih ada.

Salah satu tempat yang paling menjanjikan untuk diteliti adalah di galaksi katai, namun Awan Magellan tidak membuahkan hasil.

Omega Centauri biasanya digambarkan sebagai gugus bola terbesar di sekitar Bima Sakti, tetapi para astronom menganggapnya memiliki sejarah yang berbeda, yaitu sisa-sisa galaksi kerdil yang terlalu dekat dengan Bima Sakti.

Jika, seperti yang diduga, bintang-bintang terluarnya terkelupas untuk membentuk komponen Gaia-Enceladus-Sausage di dalam Bima Sakti, hal itu akan membekukan pertumbuhan lubang hitam apa pun, sehingga menjadi berukuran sedang.

Omega Centauri juga kebetulan sangat dekat dengan Bumi, menurut standar ekstra-galaksi, sehingga kemungkinan adanya lubang hitam di pusat telah dieksplorasi secara ekstensif, tetapi hasilnya masih diperdebatkan.

Dr. Holger Baumgardt dari University of Queensland berpendapat bahwa hal itu telah berubah, dengan mengklaim bahwa ia dan rekan-rekannya menemukan bukti kuat.

Buktinya terletak pada beberapa bintang yang bergerak dengan kecepatan yang seharusnya hampir mustahil tanpa massa yang sangat besar di dekatnya.

Karena tidak ada yang terlihat di lokasi itu, Baumgardt mengatakan bahwa lubang hitam dengan massa setidaknya 20.000 massa matahari adalah satu-satunya kemungkinan yang masuk akal.

Baca juga: Ada Berapa Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti?

Tangkapan teleskop Gaia dan Hubble

Teleskop angkasa Gaia telah merevolusi kemampuan para ahli untuk melacak pergerakan bintang-bintang di dalam galaksi, termasuk beberapa yang bergerak dengan kecepatan ekstrem.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat