airtronicfirearms.com

Setiap Bayi yang Lahir di Como, Punya Jersey Como 1907

Para pemain Como merayakan gol ke gawang Bari pada lanjutan laga Serie B Liga Italia pada Sabtu (13/4/2024) malam WIB.
Lihat Foto

- Pada awal kedatangan ke Como yang terletak di bagian utara Italia, Djarum Grup membuat beberapa program yang memberikan keuntungan bagi klub Como 1907, para penggemar, dan warga sekitar.

Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Como 1907 dan Djarum Grup, Mirwan Suwarso, kepada rekan media dari grup Kompas Gramedia pada Rabu (15/5/2024).

Salah satu strategi dari Djarum Grup untuk mengenal warga Como lebih dekat adalah menjalankan program “Como for Como”.

Program tersebut merupakan bisnis cenderamata dengan profit yang dibagi untuk kedua pihak.

Melalui efek positif dari program ini, masyarakat Como pun tertarik untuk mengenal tentang Indonesia.

“Kita punya program namanya Como for Como di mana kita membantu bisnis souvenir dan merchandise. Kita yang bikinin dan kita supply ke toko-toko. Ada 325 toko di Como yang kita supply barang-barang ini untuk mereka jual.”

Baca juga: Como 1907 Berkomitmen untuk Kembangkan Potensi Sepak Bola Putri Tanah Air

“Mereka boleh ambil 25 persen keuntungannya, 25 persen lagi kita kembalikan ke masyarakat untuk membangun program-program komunitas baik prasarana medis atau apa pun itu,” jelas Mirwan.

Selanjutnya, Djarum Grup juga membuat program lain yang dapat dinikmati warga Como sejak mereka baru terlahir ke dunia.

“Sekarang ini, setiap bayi yang lahir di Como pasti akan mendapat baju bayi Como dari kami, plus kami kasih tiket satu musim pada saat dia nanti cukup besar untuk datang ke stadion. Kami kasih dua tiket, jadi mungkin buat dia sama ayahnya,” kata Mirwan.

Selain itu, tiket gratis juga menjadi hak untuk seluruh anak sekolah yang belum menginjak usia 13 tahun.

“Lalu kita bikin program bahwa semua anak sekolah di bawah 13 tahun boleh nonton ke pertandingan gratis,” sebut Mirwan.

Baca juga: Kolaborasi PSSI dan Como, Timnas U20 Indonesia Akan TC di Fasilitas Klub

Sebagai informasi, Mirwan mengatakan bahwa masyarakat Como baru bersikap hangat ke mereka sejak dua tahun lalu.

“Ketika kita datang, mereka memandang kita, aduh, dengan penuh kecurigaan. Baru dua tahun lalu mereka hangat ke kita,” ungkap Mirwan.

“Karena kita mencoba semua hal layaknya bagaimana orang-orang Como akan bersikap atau bertindak,” sambungnya.

Setelah membuat sejumlah program untuk penggemar Como 1907 dan warga sekitar, kini mereka mulai menjadikan Indonesia sebagai tempat berlibur mereka saat musim panas, terkhusus Candi Borobudur dan Pulau Bali.

"Efek Indonesia-nya baru muncul setelah kami menjadi warga Como dulu," jelas Mirwan. 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat