Siasat SYL "Peras" Pejabat Kementan, Ancam Copot Jabatan, dan Paksa Mengundurkan Diri

- Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) belakangan menuai sorotan publik.
Pasalnya, politisi Partai Nasdem itu diketahui menggunakan uang Kementerian Pertanian untuk keperluan pribadi dan keluarganya.
Selain menggunakan uang kementerian, SYL juga diduga kerap "memeras" bawahannya untuk iuran dan memenuhi beberapa keperluan pribadinya.
Hal ini terungkap dalam sidang kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi Kementan yang menjerat SYL yang digelar pada Senin (13/5/2024) dan Rabu (15/5/2024).
Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Lantas, bagaimana cara SYL "peras" bawahannya agar mau menuruti permintaannya?
Baca juga: Sosok Kemal Redindo, Anak SYL yang Minta Uang ke Pejabat Kementan untuk Aksesori Mobil
SYL minta pejabat Kementan mundur
Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengungkapkan, SYL meminta pejabat Kementan untuk mundur bila tidak sejalan dengan dirinya lagi.
Pernyataan itu terungkap ketika ia dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan yang digelar pada Rabu (15/5/2024).
Awalnya, Prihasto mengatakan, ia pernah secara tidak langsung memperoleh ancaman atau paksaan ketika SYL mengumpulkan Prihasto bersama eselon 1 Kementan di ruangannya.
“Pada saat itu Pak Syahrul Yasin Limpo menyampaikan dengan kalimat, 'Apabila saudara-saudara tidak sejalan dengan saya silakan mengundurkan diri',” ujar Prihasto dikutip dari , Rabu.
Menurut pemahaman Prihasto, ancaman tersebut ditujukan bagi eselon I Kementan supaya loyal ke SYL.
Loyal yang dimaksud Prihasto adalah dapat memahami permintaan SYL mengenai iuran yang diminta untuk kebutuhan non-budgeter politikus Nasdem ini.
Baca juga: Sidang SYL: Beli Kado dan Renovasi Rumah Pribadi dari Uang Kementan
SYL ancam copot pejabat Kementan
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali jamil Harahap mengatakan, SYL pernah mengancam akan mencopot pejabat Kementan jika tidak menuruti permintaannya.
Hal tersebut dikatakan Ali saat dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa penuntut umum dalam persidangan yang digelar pada Senin (13/5/2024).
Pada awalnya, jaksa penuntut umum bertanya kepada Ali mengenai konsekuensi yang diterima pejabat Kementan jika tidak memenuhi pernyataan SYL.
Terkini Lainnya
- Mengenal Anglerfish, Ikan Laut Dalam yang Muncul di Permukaan Laut Spanyol
- Cristiano Ronaldo ke Kupang NTT Besok, Ada Apa?
- Pendaftaran Ditutup Besok, Ini Cara Finalisasi dan Unduh Kartu Peserta SNBP 2025
- 5 Kebiasaan untuk Tingkatkan Daya Ingat, Lakukan Rutin agar Tidak Mudah Lupa
- Bisa Bebani Mahasiswa, Ini 4 Potensi Dampak Efisiensi Anggaran di Kemendiktisaintek
- Sebelum Meninggal, Kim Sae Ron Sempat Kena "Cancel Culture" dan Berencana "Comeback"
- Beredar Video Klarifikasi Hujan Jeli di Gorontalo Ternyata dari Mainan Anak-anak, Ini Kata BMKG
- Bukan Akronim "Persatuan Kentang dan Telur", Ini Asal-usul Perkedel
- Ini Pengganti Paklaring yang Bisa Dipakai untuk Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan, Apa Saja?
- Konsumsi Sayur Kubis Bisa Cegah Penyakit Apa? Berikut 5 Daftarnya
- Ajukan Praperadilan Kedua, Hasto Kembali Maju Melawan KPK
- Polemik Obat Generik di China, Dokter Sebut Tak Manjur, Warga Ogah Pakai
- Tips Olahraga Saat Puasa Ramadhan 2025: Waktu, Jenis, dan Durasinya
- 5 Fakta Seputar Kim Sae Ron, Termasuk Pernah Dirundung Warganet dan Sempat Ganti Nama
- Konsumsi Buah Bit Bisa Atasi Penyakit Apa Saja?
- Perjuangkan Hak Kekayaan Intelektual Warkop DKI, Indro Menangis Dengar Pengakuan Anak Bungsu Dono
- Mengapa DM Instagram Tidak Bisa Dibuka? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya
- Cara Beli dan Harga Tiket Indonesia Vs Irak dan Filipina Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Cara Menyosialisasikan Anak Kucing agar Mengenali Lingkungan dengan Baik
- UPDATE Banjir Sumbar: Korban Meninggal Capai 67 Orang, 20 Warga Masih Hilang
- Ramai-ramai Tolak RUU Penyiaran yang Berpotensi Ancam Kebebasan Pers...