airtronicfirearms.com

Diikuti 6 Kandidat, Bagaimana Sistem Pemilihan Presiden Iran Digelar?

Pendukung calon presiden Ebrahim Raisi memegang poster dalam reli di Teheran, Iran, Senin (14/6/2021). Komite pemeriksa Iran hanya mengizinkan tujuh calon presiden untuk berkontestasi dalam pilpres pada Jumat (18/6/2021). Di antara ketujuh calon presiden yang akan berkontestasi, satu di antaranya memilih mundur.
Lihat Foto

- Iran akan menggelar pemilihan presiden pada Jumat, 28 Juni 2024.

Pemilihan presiden yang diikuti 6 kandidat ini dilakukan untuk memilih pengganti Presiden Ebrahim Raisi yang meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 19 Mei 2024.

Dikutip dari laman American Enterprise Institute, Kamis (6/6/2024), Presiden Iran berhak mengatur urusan sehari-hari dan perekonomian Iran. Selain itu, Presiden Iran berperan memberikan nasihat kepada pemimpin tertinggi.

Presiden juga menjabat di badan-badan kebijakan utama, seperti Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Dewan Koordinasi Ekonomi Tertinggi, Dewan Tertinggi Revolusi Kebudayaan, dan Dewan Tertinggi Dunia Maya.

Lalu, bagaimana sistem pemilihan presiden di Iran?

Baca juga: Iran Buka Pendaftaran Capres Usai Wafatnya Raisi, Syarat Minimal S2


Kandidat presiden Iran 2024

Iran mengumumkan enam kandidat presiden pada Minggu (9/6/2024) untuk dipilih menggantikan Presiden Ebrahim Raisi.

Dikutip dari DW, Minggu (9/6/2024), keenam kandidat mendapat persetujuan dari Dewan Wali atau Guardian Council yang mengawasi pemilu Iran. Sebelumnya total ada 80 calon yang mendaftarkan diri.

Empat wanita mencalonkan diri tapi semua didiskualifikasi. Hal ini selalu terjadi di Iran pada setiap pemilihan presiden sejak Revolusi Islam 1979.

Berikut keenam calon presiden Iran yang mendapat persetujuan untuk maju ke Pilpres Iran 2024:

  1. Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Qalibaf
  2. Anggota parlemen yang mewakili Kota Tabriz, Massoud Pezeshkian
  3. Mantan kepala perunding nuklir, Saeed Jalili
  4. Ketua Yayasan Urusan Martir dan Veteran, Amir-Hossein Ghazizadeh Hashemi
  5. Cendekiawan Islam dan mantan menteri dalam negeri dan kehakiman, Mostafa Pourmohammadi
  6. Walikota Teheran, Alireza Zakani

Setelah diputuskan menjadi calon presiden melalui keputusan Dewan Wali, para kandidat dapat memulai kampanye.

Baca juga: Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Sistem pemilu Iran

Warga Iran menyerukan slogan-slogan saat menggelar aksi mendukung pemerintah di dekat Masjid Besar Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.AFP PHOTO/HAMED MALEKPOUR Warga Iran menyerukan slogan-slogan saat menggelar aksi mendukung pemerintah di dekat Masjid Besar Imam Khomeini di Ibu Kota Teheran, Sabtu (30/12/2017). Unjuk rasa anti-pemerintahan Presiden Hassan Rouhani di Iran berlangsung hampir sepekan, memakan korban tewas hingga puluhan orang dan ratusan orang ditangkap pihak keamanan.
Hampir semua orang dewasa Iran berhak mendaftarkan diri sebagai calon dalam pemilihan presiden asalkan memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Dikutip dari Radio Free Europe Radio Liberty (24/5/2013), para kandidat harus memenuhi kualifikasi pendidikan, berpengalaman politik, dan berusia minimal 18 tahun tanpa batas usia maksimal.

Orang yang mencalonkan diri lalu akan diperiksa oleh Dewan Wali yang terdiri dari 12 ulama dan ahli hukum Islam. Setengah anggota dewan dipilih parlemen sementara lainnya ditunjuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Selama proses ini, kriteria lebih kontroversial seperti ketaatan terhadap Islam Syiah, agama, dan keyakinan mereka terhadap prinsip-prinsip republik Islam juga diperhitungkan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat