airtronicfirearms.com

Menkominfo Turut Komentari Kasus Polwan Bakar Suami karena Judi "Online", Apa Katanya?

Respons Menkominfo soal kasus polwan bakar suami karena kecanduan judi online.
Lihat Foto

- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi turut merespons kasus polisi wanita (polwan) yang membakar suaminya karena kecanduan judi online di Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2024).

Hal itu disampaikannya dalam rapat bersama Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/6/2024).

"Ini juga hot ini soal judi online, kita harus berduka cita karena ada polisi yang ketika saya baca beritanya siapa yang membakar siapa, itu ternyata istrinya ya, ternyata perempuan itu lebih kejam dari lelaki ya," kata dia, dilansir dari , Senin (10/6/2024).

"Ini tanpa gender stereotip loh. Yang istrinya membunuh suaminya polisi," sambungnya.

Selain itu, ia juga sempat menyinggung soal prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas bunuh diri akibat terlilit utang ratusan juta rupiah karena judi online.

Baca juga: Judi Online Makan Korban Aparat TNI dan Polri, Bukti Bom Waktu Berantas Setengah Hati?

Kemenkominfo klaim blokir jutaan konten judi online

Terlepas dari itu, Budi Arie pada kesempatan yang sama juga memastikan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memblokir dua juta konten judi online sejak dirinya menjabat sebagai menteri.

Menurutnya, merebaknya judi online yang masih ada hingga saat ini bukan berarti Kemenkominfo tidak mengerjakan tugasnya.

Ia menyatakan, pemberantasan judi online justru tidak hanya menjadi tugas Kemenkominfo.

"Karena internet ini kan borderless, lintas negara. Server-nya di negara lain. Aparat keamanan, termasuk juga akhirnya diputuskan dalam rapat terbatas presiden memutuskan pembentukan satgas judi online yang diketuai oleh Kemenko Polhukam, di mana saya sebagai ketua bidang pencegahan dan Kapolri sebagai ketua bidang penindakan," terang dia.

"Karena itu pemberantasan judi online ini bukan satu tugas kementerian seperti Kominfo. Kominfo iya betul mencegah, men-take down. Tapi yang lain-lain mesti di institusi lain, OJK, BI karena sistem pembayaran dan sebagainya, ini lintas sektoral, termasuk luar negeri," imbuh Budi Arie.

Baca juga: Jerat Judi Online dan Narkoba di Lingkungan Kepolisian, Kompolnas: Ironis…

OJK blokir 4.921 rekening bank untuk berantas judi online

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan, OJK telah memblokir 4.921 rekening bank dalam rangka memberantas judi online.

Ribuan data rekening yang terkait dengan judi online itu dikirim oleh Kemenkominfo.

"Beberapa langkah telah dilakukan oleh OJK untuk menangani judi online yaitu melakukan pemblokiran terhadap 4.921 rekening," terang dia, dikutip dari Antara, Senin.

OJK juga meminta perbankan menutup rekening yang berada dalam satu customer identification file (CIF) yang sama.

Baca juga: Tak Kunjung Hilang, Benarkah Pemberantasan Judi Online di Indonesia Sulit Dilakukan?

Upaya itu dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Di sisi lain, Mahendra mengatakan bahwa OJK telah menginstruksikan perbankan untuk melakukan verifikasi, identifikasi, dan Customer Due Diligence, termasuk tracing dan profiling terhadap daftar nama pemilik rekening yang terindikasi melakukan transaksi terkait judi online.

OJK juga memasukkan daftar rekening nasabah terkait transaksi judi online ke dalam Sistem Informasi Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (SIGAP).

Dengan begitu, data dapat diakses oleh seluruh lembaga jasa keuangan dan mempersempit ruang gerak pelaku judi online dan mengatasi asimetri informasi di sektor jasa keuangan.

Baca juga: Deretan Korban Tewas karena Judi Online, Terbaru Polwan Bakar Suami di Mojokerto

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat