airtronicfirearms.com

Ramai soal Grup Facebook Jual-Beli Kendaraan "STNK Only" di Pati, Ini Kata Kapolres Pati

Tangkap layar unggahan terkait grup Facebook jual-beli kendaraan STNK only hasil curian [Twitter/@Txt_Babekota].
Lihat Foto

- Kabupaten Pati di Jawa Tengah mendapatkan sorotan usai terjadi kasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental mobil di Sukolilo, Pati pada Kamis (6/6/2024).

Kejadian tersebut membuat warganet ramai menyoroti adanya grup Facebook berisi jual-beli mobil atau kendaraan "STNK only" yang diduga hasil curian. 

Hal tersebut salah satunya dibahas akun media sosial X atau Twitter, @Txt_Babekota pada Minggu (9/6/2024).

Pengunggah membagikan hasil tangkap layar daftar grup Facebook jual-beli mobil "STNK only".

Nama grup-grup tersebut menyebutkan sejumlah kota di Jawa Tengah, misalnya, Pati, Jepara, Kudus, Rembang, Purwodadi, Demak, dan Semarang.

"Bjirr di scroll gk abis2 itu grup, jangan ditanya posisi aparat ada dimana?!" tulis pengunggah.

Hingga Senin (10/6/2024), unggahan tersebut telah tayang sebanyak 1,1 juta kali dan disukai 1.000 warganet.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Pengeroyokan Bos Rental hingga Meninggal di Sukolilo Pati


Kata Kapolres Pati

Kapolres Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama menuturkan, pihaknya akan mengusut kecurigaan warganet terkait dugaan grup jual-beli kendaraan curian di Facebook.

Andhika mengatakan, Polres Pati akan bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah terkait temuan grup Facebook jual-beli kendaraan "STNK Only" yang ditengarai menjual kendaraan curian.

"Kita koordinasi dengan Polda untuk ngecek terkait pemberitaan tersebut," kata Andhika saat dihubungi , Senin (10/6/2024).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pati Kompol M Alfan Armin M mengatakan, pihaknya masih menyelidiki asal-usul mobil yang hilang dalam kasus pengeroyokan di Pati.

”Terkait sudah berapa lama mobil itu disewa atau tidak dikembalikan kepada BH masih kami dalami, terkait kepemilikan Mobilio juga masih kami dalami,” kata Alfan.

Baca juga: Peran Tersangka Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati: Pertama Pukul Korban, Diikuti Warga Lain

Hukuman jual-beli kendaraan curian

Terkait kasus jual beli kendaraan curian, ahli hukum pidana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muchamad Iksan menuturkan sejumlah orang yang terlibat jual-beli kendaraan curian akan dijerat pasal penadahanan.

Disebutkan dalam Pasal 480 KUHP, seseorang dinyatakan sebagai penadah barang curian jika membeli, menyewa, menukar, menerima gadai, menerima hadiah, menarik keuntungan, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, mengangkut, menyimpan, atau menyembunyikan sesuatu benda yang diketahui atau diduga diperoleh dari kejahatan penadahan.

Pasal 480 KUHP juga menyebutkan penadah barang curian terancam pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak Rp 900.000.

Namun, penadah barang curian ringan yang nilainya kurang dari Rp 2,5 juta diatur dalam Pasal 482 KUHP akan diancam pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 900.000.

"Kalau memang penyidik mau menegakkan hukum praktik jual-beli barang hasil kejahatan ini, penyidik bisa menelusuri siapa penjual dan pembelinya, apa barangnya, dari mana asalnya, dan sebagainya," kata Iksan saat dihubungi , Senin (10/6/2024).

Baca juga: Rangkuman “Minggu Kriminal” di Pati, Ada Pengeroyokan, Pembunuhan, Perampokan

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat