airtronicfirearms.com

Gejala Poliomielitis Abortif, Kondisi Penyakit Polio Paling Ringan

Gejala polio abortif.
Lihat Foto

- Polio (poliomielitis) adalah penyakit akibat virus yang dapat menyerang saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan sebagian atau seluruh tubuh.

Penyakit polio dikategorikan menjadi poliomielitis abortif (kondisi ringan), poliomielitis nonparalitik (meningitis aseptik), dan poliomielitis paralitik.

Dari semuanya, polio abortif adalah bentuk yang paling ringan. Jika tertular, Anda mungkin hanya mengalami gejala pilek atau flu dan sakit perut.

Baca juga: Jenis-jenis Penyakit Polio, dari Ringan hingga Menyebabkan Kelumpuhan

DIkutip dari jurnal bertajuk Poliomyelitis yang diterbitkan di PubMed Central NIH, polio abortif, yang merupakan bentuk viremik ringan, menyumbang sekitar 4 hingga 8 persen dari seluruh infeksi polio.

Penyakit ini biasanya tidak sampai memengaruhi otak penderitanya, dan gejalanya berlangsung selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu.

Mungkin ada gastroenteritis, penyakit mirip influenza, dan infeksi saluran pernafasan ringan, yang biasanya mereda dalam waktu 1 minggu.

Baca juga: Waspada Penyakit Polio, Berikut Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Anda Ketahui


Gejala polio abortif

Sekitar 5 persen orang yang terjangkit virus polio mengalami penyakit versi ringan yang disebut poliomielitis abortif.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, polio abortif menyebabkan gejala mirip flu yang berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Gejalanya meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit perut, diare, atau sembelit.
  • Kehilangan selera makan
  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan.

Polio abortif dimulai tiga hingga tujuh hari setelah terinfeksi dan bisa berlangsung selama beberapa hari. Biasanya kondisi ini tidak menyebabkan masalah jangka panjang.

Baca juga: Gejala dan Tanda-tanda Polio pada Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

Penyebab penyakit polio

Penyebab dan gejala penyakit polio.Shutterstock/Podsy Penyebab dan gejala penyakit polio.

Sebagaimana disebutkan, polio disebabkan oleh virus polio yang umumnya menargetkan sel-sel saraf di sumsum tulang belakang dan batang otak yang mengontrol pergerakan otot.

Dilansir dari  (29/6/2024), virus polio yang muncul secara alami (virus polio tipe liar), telah dibasmi di sebagian besar negara dan hanya menyebabkan sedikit kasus polio.

Versi lain dari virus ini disebut vaccine-derived poliovirus (VDPV), lebih tersebar luas dan kini menyebabkan sebagian besar infeksi di seluruh dunia.

Baca juga: Mulai 2023, Vaksin Polio Bayi Akan Diberikan 2 Kali di Seluruh Provinsi

VDPV adalah virus versi baru yang berkembang di komunitas atau wilayah di mana tidak cukup banyak orang yang menerima vaksinasi.

Jenis polio ini umumnya terjadi di beberapa negara yang menggunakan vaksin oral dengan virus polio yang dilemahkan.

Sayangnya, meskipun virus yang dilemahkan dalam vaksin oral tidak menyebabkan penyakit, virus ini masih tetap dapat menyebar.

Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa negara telah menggunakan vaksin polio yang disuntikkan, sehingga tidak menimbulkan risiko VDPV.

Baca juga: Hanya 1 Kasus Ditemukan, Mengapa Polio Ditetapkan KLB? Ini Alasannya

/Dhawam Pambudi Infografik: Mengenal Polio, dari Jenis hingga Gejalanya

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat