airtronicfirearms.com

Perjalanan Kasus Korupsi SYL, Sempat "Hilang", Terisak Saat Sidang, Kini Divonis 10 Tahun Penjara

Terdakwa kasus pemerasan dan gratifikasi di Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (5/7/2024). Sidang dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian itu beragendakan pembacaan nota pembelaan (pledoi). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Lihat Foto

Mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo alias SYL divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2024).

Majelis hakim menilai, SYL terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pemerasan di lingkungan Kementan.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Syahrul Yasin Limpo dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," kata Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh di Pengadilan Tipikor Jakarta, dilansir dari , Kamis (11/7/2024).

Selain pidana penjara, hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsider kurungan selama 4 bulan.

Tidak hanya itu, SYL juga dihukum untuk membayar uang pengganti senilai Rp 14.147.144.786 ditambah 30.000 dollar AS.

Baca juga: Vonis SYL Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Ini Pertimbangan Hakim


Butuh lebih dari setahun dari pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga vonis pengadilan tingkat pertama dijatuhkan.

Kasus gratifikasi dan pemerasan oleh SYL sendiri bermula dari penyelidikan KPK atas sejumlah dugaan korupsi di tubuh Kementan.

Berikut perjalanan kasus korupsi SYL:

Baca juga: Pendukungnya Rusuh Usai Sidang, SYL Minta Maaf

Dipanggil KPK atas dugaan korupsi di Kementan

Pada 16 Juni 2023, KPK memanggil SYL yang saat itu masih menjabat sebagai Mentan untuk dimintai keterangan.

Namun, dilansir dari , Sabtu (12/10/2023), SYL mangkir lantaran memilih bertolak ke India untuk bertemu para Menteri Pertanian anggota G20.

Syahrul baru memenuhi panggilan KPK sekembalinya ke Indonesia pada 19 Juni 2023. Oleh penyidik, dia diperiksa selama tiga jam terkait dugaan korupsi di Kementan.

KPK juga sempat menggeledah rumah dinas Syahrul di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 28-29 September 2024.

Dari penggeledahan, lembaga antirasuah mengamankan sejumlah uang tunai pecahan asing dan rupiah senilai puluhan miliar.

Baca juga: Rusuh Usai Sidang, Wartawan Ditendang Kubu SYL hingga Disikut Polisi

Tim penyidik juga mengamankan dokumen transaksi uang, pembelian aset, dan barang bukti elektronik.

Ditemukan pula 12 pucuk senjata api di rumah dinas Syahrul, yang oleh KPK lantas diserahkan kepada Polda Metro Jaya.

Namun, saat rumahnya digeledah, Syahrul tengah berada di Roma, Italia, untuk menghadiri forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation yang digelar oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Usai menggeledah rumah Syahrul, tim penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor Kementan di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, serta dua rumah pribadi Syahrul di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari penggeledahan itu, tim penyidik menyita mobil mewah hingga koper yang diduga milik Syahrul.

Baca juga: Intip Kekayaan Menteri di Kabinet Jokowi, Benarkah SYL Paling Miskin?

Dikabarkan hilang dan mengundurkan diri dari Mentan

Di tengah penyelidikan, Syahrul Yasin Limpo sempat dikabarkan menghilang dalam kunjungan ke luar negeri.

Kendati demikian, pada Rabu (4/10/2023), Syahrul kembali ke Indonesia usai mengaku melawat ke Italia dan Spanyol dalam rangka tugas negara dan seizin Presiden Joko Widodo.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat